Tampilkan postingan dengan label Curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curcol. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 April 2014

Pengalaman Masa Depan

       Ini perbuatanku dan aku tidak sepenuhnya menyadari. Seakan-akan berada dalam kontrol sistem yang berjalan dengan sendiri. Aku tidak merasa ada beban hati saat itu. Ketika ku mengetahui aku seperti itu, beban itu terasa berat. Inilah aku. Tidak ada manipulasi pada tingkahku. Tidak serius? Dalam hal ini aku mencoba serius, tapi kenapa outputnya tidak. Aku tidak bisa mengkontrol tingkahku. Tetapkan aku pada jalan yang lurus. Maafkan aku untuk semua karena telah mengecewakan. Berbicara di luar sadar.
       Nyesek rasanya. Hati dan pikiran kontra. Aku bisa bebas, tapi hatiku dalam belenggu. Inilah penampilan terbaikku saat ini. Bukan ku tak berusaha. Ini hasil jerih payah usahaku untuk hal ini. 16 April 2014 G4 106 8.45, banyak pengalaman dengan berakhirnya acara itu. Acara yang tak sekedar acara, tetapi pemaparan untuk masa depan yang tak bisa ku selesaikan dengan sempurna. Terima kasih teman atas segala dukunganmu. Maaf jika aku tak bisa menjadi yang terbaik untukmu.

Minggu, 16 Maret 2014

Ke-21, Sehatlah Selalu untuk Menuai Hasil

Menjelang hari H, hari kelahiranku. Tak ada telpon. Dan tiba-tiba ada suara pesan masuk. Isinya:
"Anakku..., smenjak ibu & bpk nikah Pebruari 92, kami  memohon kpd Allah agar cpt dkaruniai ank prmpuan, Alhamdulillah Allah tlh mengabulkan doa kami, kmudian kami berharp smg ankku menjadi ank yg taqwa kpd Allah, mengabdi pd ortu, punya rasa sosial yg tinggi , mandiri, tdk mencemarkn nama baik

Kamis, 06 Februari 2014

Perjuanganmu untuk Kami

Malam dengan ditemani tetesan air hujan dan angin yang berhembus. Saat pikiranku berada pada titik jenuh. Hal yang selalu ku ingat hanya engkau, ibu bapak. Berada disisimu aku merasa tenang. Aku takut, takut tidak bisa membuatmu bahagia. Aku tidak tau bagaimana cara membahagiakanmu. Sudahkah aku membahagiakanmu? Ku rasa masih belum. Masih banyak jalan yang harus ku tempuh. Aku masih membutuhkanmu untuk melewati jalan ini.

Selasa, 04 Juni 2013

Industriku, Praktikku

Praktik Industri yang biasa disebut PI merupakan salah satu matakuliah wajib. sksnya juga lumayan banyak, tak heran jika pelaksanaannya waktu liburan. Secara, liburan 3 bulan harus dimanfaatkan dengan baik. Aku mengambil PI di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (DISHUBKOMINFO) Kabupaten Pamekasan. Di Sumenep sih juga ada, supaya banyak temannya ngungsi ke Pamekasan. Tak apalah, pengalaman. Apalagi dalam proses penyusunan laporan tidak sendirian.

Jumat, 10 Mei 2013

Impian SC

Ku buka kembali laman-laman yang telah lama terpendam dalam kejamnya dunia. Hingga tak sempat tuk mengenang kembali kisah kita yang tak begitu singkat. Kenapa begitu? Secara 3 tahun bersama dan melewati suka dan duka bersama. Inilah indahnya persahabatan.Satu untuk semua. Inilah yang semakin membuat hubungan kita melekat, dan kalian tetap ku ingat. Indahnya bersama kalian, menikmati indahnya pelajaran yang agak membosankan.

Minggu, 05 Mei 2013

Dibalik Doaku

Di dalam sujudku, 
Kan ku jemput dirimu melalui untaian doaku
Akan Allah tujukan  kepada hati siapa doaku nanti
Ku hanya bisa memperbaiki diriku dan berdoa
Allah tau yang terbaik untukku
Dan telah ku titipkan nama itu dalam setiap doa akhir sujudku
Nama yang ku harap bisa membimbingku menuju SurgaMu
Jika aku potongan tulang rusuknya, 

Insya Allah, 

Penantian

Ku duduk dalam meja persegi ditengah keramaian. Ku tertegun dengan sikapmu yang ramah, damai. Ku menemukan keteduhan dalam rona wajahmu. Saat pertama kali berjumpa, auramu beda. Hanya sebatas suka dengan keteduhan itu. Keteduhan yang mungkin bisa membawa hatiku menuju kedamaian.

Dan setiap pergi ke tempat itu, ku selalu berharap akan berjumpa dengan sosok itu. Ku hanya merasa tenang saja melihat rona wajahnya. Bahagia banget saat melihatnya diseberangku. Ini hanya perasaanku saja, mungkin ada bujuk rayu setan yang menguasai hatiku.

Orang tuaku

Aku ingin seperti orang lain. Kadang ku iri, tapi apa yang ku irikan? Aku tidak ingin meminta lebih pada orang tuaku. Bisa kuliah pun aku bersyukur. Aku tau kondisi perekonomian keluargaku. Cukup pas untuk membiayai sekolahku dan sekolah adik-adikku dan makan sehari-hari.

Aku tidak suka itu? Bukan. Sebenarnya aku juga suka. Aku juga ingin memilikinya. Tapi ingin dengan uangku sendiri. Cukup dengan uang kuliah dan kebutuhan pokokku saja dapat dari orang tua. AKu sangat mengerti keuangan keluargaku. Aku tak seperti orang-orang lainnya yang dengan mudahnya hanya merengek ingin beli itu, langsung terkabul. Aku juga ingin seperti mereka, keinginanku terkabul.

Sabtu, 27 April 2013

Kita

Kita ya? Kita siapa? Ya kita teman-temanku.Pertemuan yang tak disengaja. Pertemanan yang berujung ke persahabatan. Inilah kisahku dengan mereka.

Perjalanan panjang yang sangat menentukan nasib kita di kemudian hari. Mengarungi dunia perkuliahan yang penuh dengan rintangan. Kita lewati semua itu bersama-sama. Dalam menerima kepercayaan seorang dosen kita juga bersama dalam menyelesaikannya. Sering kali ku mengeluh, tapi kalian selalu memberi semangat. Semangat kelian dalam mengerjakan tugas juga memanggil semangatku untuk menyelesaikannya. Kita saling menyemangati satu sama yang lain. 

Minggu, 27 Mei 2012

Mudik Semester II

Pengalaman adalah guru. Seperti halnya dengan pengalaman yang tengah aku alami ketika perjalanan pulang. Pulang ke kampung halaman. Tidak akan pernah hilang dari pandanganku.
Sosok tua yang tengah mencari sesuap nasi untuk dirinya dan mungkin untuk keluarga. Sempat terbesit dalam hatiku rasa kasihan. Aku jadi teringat orang tuaku. Bagaimana kalau seandainya orang tuaku yang ada di posisinya? Betapa besar pengorbanan beliau terhadap anaknya. Sampai rela meminta kepada orang karena tidak ada pekerjaan yang menerimanya.
Orang tua. Kali ini yang ku sebut adalah seseorang yang sudah lanjut usia. Orang tua yang setidaknya bisa memberi contoh yang baik bagi anaknya dan semua orang yang lebih rendah umurnya. Tapi, kali ini yang aku temukan adalah orang tua yang tak mau bersyukur.

Jumat, 18 Mei 2012

campur sari sebuah hati


Malam campur sari. Seperti yang tengah aku rasakan saat ini. Berbagai rasa membalut hati. Hingga kebingungan yang aku dapatkan. Rencana yang aku bangun jauh hari, ternyata harus gagal karena satu rasa yang menyerang hatiku. "Tidak enak", itu yang sedang hatiku alami. Ingin ku menengadah pada Ilahi, dan melaporkan semua isi hatiku. Tapi, tanpa doa yang dilakukan dengan beberapa gerakan itu rasanya sulit ku fokuskan padaNya. Aku sangat membutuhkan seseorang sebagai tempat tuk mencurahkan segalanya. Ingin ku menangis di punggungnya, tapi tak ada yang dapat ku rangkul.